Di era ketika koneksi internet menjadi tulang punggung pengalaman multipemain, ada satu elemen nostalgia yang sering kali membuat pemain lama harum4d tersenyu, yaitu momen bermain bersama di ruang tamu dengan layar terbagi. PlayStation dan PSP, meski dengan kapasitas berbeda, adalah saksi bisu dari ribuan momen kebersamaan ketika empat orang duduk berdesakan di depan televisi atau saling berhadapan dengan koneksi ad-hoc. Game-game terbaik di platform ini tidak hanya diingat karena ceritanya, tetapi juga karena tawa, umpatan, dan kegembiraan yang tercipta saat saling bertanding secara langsung. Fenomena ini adalah cerminan dari era di mana bermain game adalah aktivitas sosial yang intim, bukan sekadar interaksi di balik layar.
Di PlayStation 1 dan 2, judul-judul seperti Crash Team Racing, Tekken 3, dan Wipeout adalah raja di ruang tamu. Empat pemain bisa berkumpul, memilih karakter favorit mereka, dan bertarung sengit hingga larut malam. Tidak ada yang bisa menggantikan sensasi ketika Anda berhasil melakukan kombo sempurna di Tekken atau melempar bom pisang tepat di depan teman Anda di Crash Team Racing. Layar terbagi menjadi empat bagian yang kecil namun padat aksi, dan setiap pemain harus fokus pada kotak mereka masing-masing sambil sesekali mencuri pandang ke layar lawan untuk mengintai strategi. Momen-momen ini menciptakan ikatan persahabatan yang tak ternilai, dan menjadi kenangan yang terus dikenang meskipun teknologi telah melampaui masa itu.
Di PSP, meskipun tidak ada layar terbagi dalam arti tradisional karena setiap pemain memiliki perangkatnya sendiri, koneksi ad-hoc memungkinkan pengalaman multipemain yang sama serunya. Monster Hunter Freedom Unite adalah contoh paling ikonik, di mana hingga empat pemain bisa berkumpul di satu tempat fisik, menghubungkan PSP mereka, dan berburu monster bersama. Sensasi berteriak memberi instruksi, saling menyelamatkan saat teman terjatuh, dan merayakan kemenangan dengan tos di dunia nyata adalah pengalaman yang tidak bisa direplikasi oleh komunikasi suara daring. Di Indonesia, fenomena ini melahirkan komunitas-komunitas lokal yang rutin mengadakan “hunting party” di kafe atau pusat perbelanjaan, menjadikan PSP sebagai pusat interaksi sosial yang nyata.
Sayangnya, seiring berjalannya waktu, tren layar terbagi mulai memudar di generasi PlayStation 3 dan 4. Pengembang lebih memilih untuk meningkatkan kualitas grafis dengan mengorbankan fitur multipemain lokal, karena membagi layar berarti mengurangi sumber daya untuk merender dua hingga empat sudut pandang sekaligus. Game-game seperti Call of Duty masih mempertahankan fitur ini, tetapi jumlahnya semakin sedikit. Di PSP, setelah era Monster Hunter meredup, tidak banyak lagi game yang mengandalkan koneksi ad-hoc sebagai fitur utama. Peralihan ke permainan daring yang masif memang membawa kemudahan, tetapi juga kehilangan kehangatan pertemuan fisik.
Namun, ada angin segar di PlayStation 5 dengan beberapa game yang mencoba menghidupkan kembali semangat layar terbagi. It Takes Two adalah contoh sempurna, dirancang khusus untuk dua pemain secara kooperatif di layar yang sama, dengan mekanika yang inovatif dan cerita yang mengharukan. Sackboy: A Big Adventure juga mendukung empat pemain lokal, mengingatkan kita pada era LittleBigPlanet di PlayStation 3. Para pengembang tampaknya menyadari bahwa meskipun internet menghubungkan dunia, tidak ada yang bisa mengalahkan tawa dan ekspresi wajah teman yang duduk di samping kita saat sebuah momen konyol terjadi di dalam game. Kebangkitan ini memberi harapan bahwa ruang tamu akan kembali ramai dengan tawa dan teriakan.
Di sisi PSP, meskipun perangkatnya sudah usang, semangat multipemain lokal tetap hidup melalui emulasi dan pertemuan komunitas. Banyak penggemar yang masih mengadakan acara “retro gaming” di mana mereka membawa PSP lama mereka, menghubungkannya, dan memainkan Monster Hunter atau Wipeout Pure seperti dulu. Nostalgia ini bukan sekadar tentang game, tetapi tentang masa muda, persahabatan, dan kesederhanaan bermain bersama tanpa harus khawatir tentang ping atau koneksi server. Ini adalah pengingat bahwa di balik semua kecanggihan teknologi, esensi dari bermain game adalah berbagi kegembiraan dengan orang lain.